Friday, 10 April 2015

CAHAYA DIATAS CAHAYA

Cahaya mempunyai sifat yang sangat unik. Semua benda lain yang ada di muka bumi, jika bergerak dari suatu tempat ke tempat lain pasti menggunakan perantara, alias medium atau media.
Misalnya; anda bergerak dari bogor ke jakarta (dengan medium) menaiki mobil, dan mobil bergerak menaiki jalan raya, dan jalan raya menaiki bumi, dan bumi pun bergerak menaiki jalur-jalur yang sudah ditentukan-Nya, yaitu pada garis edarnya.
Tetapi Cahaya itu unik, ia bergerak tanpa perantara atau menaiki apapun, dengan kata lain CAHAYA bergerak dengan menaiki CAHAYA itu sendiri, Tanpa medium apapun. Itu sebabnya Albert Einstein mengatakan bahwa CAHAYA itu ABSOLUT.

Jadi anda bergerak diatas mobil, mobil bergerak diatas jalan, jalan diatas bumi, bumi diatas garis edarnya. Dan CAHAYA DIATAS CAHAYA, NUURUN ALAN NUUR. itu sebabnya CAHAYA disebut ABSOLUT, dia tidak memerlukan apapun untuk bergerak. Cahaya pun tetap bergerak sama cepatnya baik di ruang biasa ataupun di ruang hampa udara. CAHAYA PUN BERGERAK LURUS (SHIROOTOL MUSTAQIM) walaupun Sumbernya dari Satu Arah, tapi ia BERGERAK LURUS dan MENYEBAR ke Segala Arah.

CAHAYA ada dimana-mana dengan keadilan pergerakannya. Dan CAHAYA tidak pilih kasih, siapapun yang ada di dekatnya akan disinarinya. Tapi CAHAYA tidak akan memasuki "rumah - rumah" yang tertutup pintunya dan tak ada celah sedikitpun. Sekiranya ada celah yang terbuka, walaupun sedikit, maka CAHAYA pasti akan masuk.

Itulah CAHAYA yang ada di alam semesta ini, CAHAYA yang sudah begitu MANDIRI nya, maka tak bisa dibayangkan bagaimana MANDIRI-nya CAHAYA ALLAH. Dan makhluk ciptaan Allah yang paling Mandiri, yang sampai saat ini ditemukan di alam semesta ini adalah CAHAYA. Mungkin, itulah sebabnya mengapa Allah mengibaratkan dirinya dengan istilah CAHAYA, sebagaimana Firman-Nya di Qs.24:35; Allah adalah CAHAYA langit dan bumi...

CAHAYA-Nya selalu menyinari langit dan bumi, termasuk diri kita. Maka mari buka Pintu Rumah Qolbu kita agar bisa tersinari oleh CAHAYA-Nya, sehingga bisa menyinari kita dan orang - orang di sekitar kita. Jika kita tertutup dari CAHAYA-Nya dan tidak bisa Menyaksikan CAHAYA-Nya, sehingga kita berada di dalam Ke-Gelap-an. Maka kita disebut sebagai orang - orang yang tertutup / terhalangi / kafir, yang berada di dalam kegelapan. Na 'udzubillahi min dzalik.

Allah berfirman di Qs.24:40;
Seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang diatasnya (lagi) awan, gelap gulita yang tindih - bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya. Barang siapa yang tiada diberi CAHAYA oleh Allah tiadalah dia mempunyai CAHAYA sedikitpun.

No comments:

Post a Comment