Showing posts with label HAKIKAT DAKWAH. Show all posts
Showing posts with label HAKIKAT DAKWAH. Show all posts

Wednesday, 29 June 2016

Syareat Tarekat Hakikat Ma'rifat

Hasil gambar untuk Jalan Lampu Merah

Hukum Islam Dijalankan Agar Tidak Terjadi Kekacauan Sehingga Di Ridhoi Allah.
Syareat Tarekat Hakikat Ma’rifat

Jadi Bagaimana Mau Ma’rifat atau Di Ridhoi Allah, Kalau Terjadi Kekacauan atau Hakikat Tidak didapat, Lalu Bagaimana Mau Tidak Terjadi Kekacauan atau Hakikat Mau didapat Kalau Tidak Dijalankan.
Lalu Bagaimana Mau DiJalankan atau Tareqat Kalau Syareat atau Hukum Tidak Tahu atau Diremehkan atau dianggap Tidak ada Artinya.
Maka Bermimpilah Mau Mencapai Ma’rifat kalau Syareat Tidak Dijalankan apalagi diremehkan…..!!!

Seperti Rambu-Rambu Lalu Lintas yaitu Lampu Merah.
Lampu Merah, Kuning, Hijau Ibarat Hukum Syariat Haram, Makhruh, Sunnah dan Wajib.
Lampu Merah Ibarat Haram yang artinya Tidak Boleh Jalan, Lampu Kuning Ibarat Makhruh artinya Boleh Jalan tapi Hati-Hati, Lampu Hijau Ibarat Sunnah dan Wajib artinya Harus Jalan.
Hukum Peraturan Lampu Merah dijalankan Agar Tidak Terjadi Kemacetan dan Kekacauan Sehingga Tenang dan Damai.
Bagaimana Mau Damai dan Tenang Kalau Terjadi Kekacauan.
Bagaimana Tidak Terjadi Kekacauan Kalau Tidak Dijalankan atau Tidak DiPatuhi.
Bagaimana Tidak Dijalankan Peraturan atau Dipatuhi Peraturan Kalau Peraturannya Tidak diketahui, apalagi diremehkan.

Maka Renungkanlah Itu….!!!

Sunday, 10 May 2015

RAHASIA AGAR AMAL IBADAH DITERIMA-NYA


Bila amalmu ingin diterima Allah maka berserah dirilah kepada Allah,
sehingga amal perbuatanmu karena dengan Allah, bukan karena dirimu, 
karena dirimu telah berserah diri kepada Allah dan menjadi Tiada.
Allah lah yang berbuat,bukan kamu.
Karena Allah berkuasa atas dirimu.

RAHASIA TETAPLAH RAHASIA


Rahasia tetaplah rahasia. 
Kalau diucapkan pun, tetap menjadi rahasia. 
Seperti; 
Kalau saya katakan gula itu manis, maka manis nya tetap menjadi rahasia. 
Sedangkan Ucapan tentang Gula, "gula ini, gula itu", semua hanya Cerita. 
Manisnya tetap menjadi Rahasia. 
Jadi, Rahasia Tetaplah Rahasia.

Sunday, 12 April 2015

MENYERU UNTUK KEMBALI KEPADA ALLAH

Demikianlah. Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar (seruan-seruan kepada) Allah maka sesungguhnya hal itu timbul dari ketakwaan hati. (Qs.22:32) 

Qs.41:33-36;
Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata; sungguh aku orang-orang yg berserah diri?
Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.
Dan (sifat-sifat yg baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.
Dan jika setan mengganggumu dengan suatu godaan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sungguh, Dialah yang maha mendengar, maha mengetahui.

Qs.16:125-128;
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan cara yang baik (tidak saling menghujat, mengutuk, saling mengatakan sesat). Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
Dan jika kamu membalas, maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan (perkataan) yang ditimpakan kepadamu. Tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang yang sabar.
Dan bersabarlah dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (perkataan) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan.
Sungguh, Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.

Qs.6:52;janganlah engkau mengusir (mengejek) orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang, mereka mengharap keridoan-Nya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun tehadap perbuatanmu, yang menyebabkan engkau (berhak) mengusir mereka, sehingga engkau termasuk orang-orang yang zalim.

Qs. An-Najm 53:28-32;
Dan mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan (prasangka), dan sesungguhnya dugaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.
Maka tinggalkanlah orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan dia hanya mengingini kehidupan dunia.
Itulah kadar pengetahuan mereka (hanya menduga-duga). Sungguh, Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang lebih mengetahui siada yang mendapat petunjuk.
Dan milik Allah lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan balasan yang lebih baik.
Mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. DIA MENGETAHUI TENTANG KAMU, SEJAK DIA MENJADIKAN KAMU DARI TANAH LALU KETIKA KAMU MASIH JANIN DALAM PERUT IBUMU. MAKA JANGANLAH KAMU MENGANGGAP DIRIMU SUCI. DIA MENGETAHUI TENTANG ORANG YANG BERTAKWA.

Qs.4:49;Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang menganggap dirinya suci? Sebenarnya Allah menyucikan siapa yang Dia kehendaki dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.

Qs. An-Najm 53:38-44;
Bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,
dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,
dan sesungguhnya usahanya itu kelah akan diperlihatkan,
kemudian akan diberi balasa kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,
dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya.
Dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,
dan sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan.

Qs.2.272;Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah lah yang memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.

Qs.3:60-61;
Kebenaran itu dari Tuhanmu, karena itu janganlah engkau termasuk orang-orang yang ragu.
Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, katakanlah, Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istrimu, kami sendiri dan kamu juga, kemudian marilah ber mubahalah agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.

Qs.3:66;Begitulah kamu! Kamu berbantah-bantahan tentang apa yang kamu ketahui, tetapi mengapa kamu berbantah-bantahan juga tentang apa yang tidak kamu ketahui? Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.

Qs.3:64;katakanlah;wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah; saksikanlah, bahwa kami adalah orang yang berserah diri.

Qs.39:18; Mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.

Saturday, 11 April 2015

CARILAH KEBENARAN DARI DALAM DIRIMU, JANGAN CARI PEMBENARAN DILUAR DIRI

Carilah kebenaran di dalam Hatimu, jangan Cari di diluar dirimu.
Karena Semua apa yang kau tanyakan dan kau Cari diluar dirimu, itu bukanlah mencari Kebenaran, Tapi hanyalah mencari Pembenaran apa yang ada di dalam dirimu!

Tentang pertanyaan - pertanyaan yang timbul dari diri seseorang, yang apakah maksud pertanyaan itu karena tidak tahu, atau karena Tahu tapi Ragu, atau hanya untuk Menge-Tes, maka yang bisa memberikan Kebenaran Jawaban yang memuaskan dari pertanyaan tersebut adalah dari diri orang itu sendiri. sedangkan jawaban dari orang lain, guru, atau buku sekalipun hanya bisa memberikan Masukan atau input, sedangkan pengolahan data-data yang bisa menghasilkan jawaban yang paling tepat dan memuaskan menurut orang tersebut adalah orang yg memberikan pertanyaan itu sendiri. jadi janganlah Menuntut jawaban dari orang lain, karena setiap Pertanyaan dan permasalahan yg timbul dari diri kita, maka kewajiban diri kita sendirilah yg harus menjawabnya. dengan cara salah satunya mencari data-data informasi yaitu; bertafakur, berdiskusi, atau berguru...

Dan dari Wabishah bin Ma'bad radhiallahu anhu, ia berkata: "Aku telah datang kepada Rasulullah shalallahu alaihi wa salam, lalu beliau bersabda: 'Apakah engkau datang untuk bertanya tentang kebajikan?' Aku menjawab: 'Benar.' Beliau bersabda: 'Mintalah fatwa dari hatimu. Kebajikan itu adalah apa-apa yang menentramkan jiwa dan menenangkan hati, dan dosa itu adalah apa-apa yang meragukan jiwa dan meresahkan hati, walaupun orang-orang memberikan fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya.'"(HR. Ahmad dan Darimi, Hadits hasan)